Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, tahun ini kembali menggelontorkan dana sebesar Rp2,358 miliar untuk kelanjutan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Karijawa.
Anggaran pembangunan tahap dua ini bersumber dari APBD Dompu tahun 2025 di satuan kerja dinas Lingkungan Hidup.
Dikonfirmasi Selasa (07/10), kepala dinas LH Dompu, Jufri mengatakan, uang sebesar Rp2,358 miliar akan dipakai untuk pembangunan tahap kedua RTH Karijawa. Rincian pekerjaannya adalah, pembuatan tempat wudhu, pemasangan lampu-lampu, dan pembangunan mushala.
Kemudian pembuatan jogging track, semacam jalur atau lintasan yang didesain khusus untuk kegiatan lari pelan atau jalan kaki guna meningkatkan kebugaran jasmani.
Selanjutnya untuk keamanan RTH, disitu akan dibangun pos penjagaan.
Ditambahkan Jufri, RTH Karijawa selain memiliki fungsi ekologis, juga akan dimanfaatkan sebagai tempat edukasi dan duskusi-diskusi. Maka di tahap kedua pembangunan, menara Nggusu Waru akan dipasang atap supaya para pengguna aman dan nyaman.
“Karena di dalam menara Nggusu Waru bisa dipakai untuk edukasi dan diskusi, maka kami pasang atapnya,” terang Jufri.
Selain item di atas sambung dia, di dalam areal RTH akan dibangun panggung. Panggung ini dipergunakan untuk acara-acara kesenian seperti live musik, baca puisi, dan lain-lain.
Mengenai nasib pelaku UMKM sekitar RTH, dia menegaskan bahwa di dalam taman (RTH, red) tidak boleh ada yang berjualan. Namun untuk menyiasati membludaknya para penjaja makanan dan minuman, mereka akan diatur di lokasi belakang RTH.
“Di depan RTH tidak boleh ada lapak-lapak. Begitu juga di dalam taman tidak boleh ada yang jualan,” pungkas dia menegaskan.
Sebelumnya, pada tahap awal pembangunan RTH Karijawa pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,030 miliar.
Pengerjaannya dilaksanakan di tahun anggaran 2024. Dan bangunan yang paling menonjol yaitu pembuatan menara Nggusu Waru.











