Data di RSUD Dompu, Nusa Tenggara Barat menyebutkan, sedikitnya 270 pasien yang menderita penyakit campak sedang menjalani perawatan intensif.
Angka per 1 April 2026 di atas menunjukan tingginya kasus campak di Kabupaten Dompu.
Informasinya, korban akibat serangan campak didominasi oleh anak-anak.
Direktur RSUD Dompu, Fitratul Ramadhan belum lama ini mengungkapkan, terjadinya lonjakan pasien rawat inap usai lebaran juga disebabkan tingginya kasus campak yang ditangani.
Kendati pihaknya sedikit kewalahan akibat membludaknya jumlah pasien, ia menegaskan terus berusaha mengoptimalkan pelayanan agar seluruh pasien tetap mendapatkan penanganan yang maksimal.
“Sudah menjadi tradisi komitmen kami memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” ucap direktur.
Terpisah, Maria Ulfa menyebutkan situasi campak saat ini tidak terlepas dari dampak pandemi covid-19 yang terjadi sebelumnya, di mana pada masa itu terjadi kekosongan vaksin MR sehingga banyak balita tidak mendapatkan imunisasi secara utuh. Apalagi pemerintah saat itu lebih memfokuskan pada pemenuhan vaksin covid-19 sehingga banyak anak yang terlewat dari layanan imunisasi rutin, termasuk vaksin MR.
Dijelaskan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu tersebut, bahwa lonjakan suspek campak diduga dipengaruhi akibat tidak lengkapnya imunisasi campak dan rubella (MR) pada anak-anak.
Analisa Maria Ulfa berdasarkan rata-rata usia pasien di RSUD Dompu, yang mana sebagian besarnya berusia sekitar 5 tahun atau kelahiran 2021 hingga 2022.
“Ini menguatkan dugaan bahwa imunisasi mereka tidak lengkap,” terangnya lagi, Kamis (02/04).
Kemudian, diperparah adanya pembatasan pergerakan masyarakat yang menyebabkan layanan Posyandu sempat ditiadakan.
Penyakit dengan nama virusnya Measles Morbillivirus diakui mulai terdeteksi sejak awal Maret. Dikes Dinas mencatat adanya tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menjadi sinyal positif walaupun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
“Pemerintah daerah terus mendorong percepatan imunisasi guna menekan penyebaran campak, sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal,” pungkas dia.











