Peristiwa

Beras zakat hilang, ketua DPRD Dompu warning baznas

Avatar photo
×

Beras zakat hilang, ketua DPRD Dompu warning baznas

Sebarkan artikel ini
📷 Salah satu wakil ketua baznas menunjukkan lubang ventilasi gudang yang diduga dijebol pencuri untuk menggasak beras. (RRI.co.id).

Hilangnya 2 ton lebih beras badan amil zakat nasional (baznas) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat minggu kemarin membuat geram ketua DPRD Dompu, Muttakun.

Beras umat Islam yang dihimpun dari zakat, infaq, dan sedekah itu disimpan di gudang baznas dekat Masjid Raya Baiturrahman Dompu.

Dihubungi pada Senin (22/6), Muttakun berujar, kehilangan beras untuk masyarakat tidak mampu itu seakan ditutup tutupi oleh baznas dan tidak mau dilaporkan secepatnya ke polisi. Padahal aksi pembobolan gudang baznas di malam buta itu terekam kamera pengawas (CCTV) Masjid Raya.

Dirinya mendesak kasus itu harus dilaporkan ke polisi. Dugaan pencurian beras umat Islam merupakan perbuatan tercela dan melanggar hukum.

Baca Juga  Pusat lepas tangan, nasib honorer non database dilimpahkan ke Pemkab Dompu

Sekali lagi Muttakun memberikan peringatan keras untuk baznas agar serius menanggapi kehilangan ini, karena baznas mengelola zakat, infaq, dan sedekat dari umat.

“Saya pikir kalau ada kehilangan itu harus ditelusuri mengapa beras itu hilang. Kalau untuk menelusuri kehilangan itu seharusnya baznas laporkan. Saya tidak menduga, tapi jangan sampai baznas tidak melaporkannya,” tekan dia.

Politisi Nasdem itu mendesak baznas untuk mempolisikan. Jangan menduga-duga kalau ada kehilangan, apalagi sampai sekian ton.

Menurutnya, kehilangan beras 2 ton lebih wajib diklirkan oleh supaya publik mendapatkan kepercayaan pada baznas.

“Laporan ke polisi itu salah satu cara untuk memperoleh kejelasan peristiwa, agar terang benderang. Kalau tidak, masyarakat jadi curiga pada baznas. Nanti muncul tanggapan ada apa-apanya nanti,” tandasnya lagi.

Baca Juga  Istri tewas mengenaskan di tangan suami