Sudah 2 tahun DPD partai Nasdem Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat mengalami vacuum of power.
Kekosongan kekuasaan itu sejak awal tahun 2024 silam, dimana Nasdem Dompu tidak punya ketua definitif melainkan hanya pelaksana tugas ketua.
Tersiar kabar DPP Nasdem dalam waktu dekat akan menunjuk ketua definitif untuk DPD Dompu.
Pengalaman selama ini, DPD Dompu tidak pernah mengadakan musyawarah daerah untuk memilih ketua yang baru. DPP langsung turun tangan menentukan ketua dengan mempertimbangkan masukan dari dewan pimpinan wilayah (provinsi).
Kata kuncinya, siapa yang memiliki kemampuan lobi dan punya jaringan kuat di DPP Nasdem, maka dialah yang berpeluang menjadi ketua DPD Nasdem.
Beberapa nama pun santer dibicarakan. Mereka pantas dan layak menakhodai Nasdem Dompu, tanpa mendiskreditkan yang lain. Mereka adalah Muhammad Ikhsan, Andi Bahtiar, dan Muttakun. Ketiganya merupakan kader, mantan pengurus DPD, dan anggota DPRD Dompu fraksi Nasdem.
Sejatinya, yang menjadi ketua partai adalah penguasa, pejabat politik, dan para bohir. Penguasa di sini yaitu Bupati dan Wakil Bupati. Kemudian pejabat politik seperti Ketua DPRD atau anggota DPRD. Sedangkan para bohir yaitu pengusaha atau pemilik modal besar. Ketiganya diyakini bisa membesarkan partai di daerah.
Belakangan ada isu (belum terkonfirmasi) bahwa Bambang Firdaus mendukung ketua DPRD Dompu, Muttakun memegang tampuk kepemimpinan DPD Nasdem Dompu. Padahal Bambang merupakan Bupati Dompu yang diusung oleh Gerindra dan PPP.
Sumber terpercaya dari Jakarta pun menyebutkan, Bambang merestui Muttakun untuk menduduki ketua DPD Dompu.
Kabar itu seakan divalidasi oleh foto yang sudah terlanjur beredar pada laman facebook yang diunggah oleh sebuah akun bernama Azhar. Terlihat Muttakun dan Bambang Firdaus berdiri berdampingan dengan sekjend DPP Nasdem, Hermawi Taslim. Dan terkonfirmasi pula foto yang tersebar luas merupakan foto terbaru, peristiwa yang belum lama terjadi di Nasdem Tower, kantor DPP Nasdem.
Selain bersilaturrahmi, publik mencurigai salah satu isi pembicaraan ketiga orang dalam foto tiada lain soal ketua DPD Nasdem Dompu.
“Itu yang tersirat,” kata sumber di Jakarta yang enggan dipublish identitasnya.
Kabar lainnya mencuat di gedung DPRD Dompu, memang DPP Nasdem menyetujui Muttakun sebagai ketua DPD Dompu, namun surat keputusannya belum ada.
Pertanyaan kemudian, jika benar Bambang merestui Muttakun jadi ketua DPD Dompu, apa motivasi dan kepentingannya?
Sederhananya pandangan publik, Bambang punya kepentingan agar roda pemerintahannya berjalan normal dan kondusif. Lalu mendapat dukungan full dari DPRD agar kinerjanya tidak disorot serius apalagi dicubit oleh koleganya di legislatif. Karena apapun itu, Muttakun adalah representasi dari 30 anggota DPRD Dompu.
Boleh saja Bambang merestui Muttakun, tapi bagaimana sikap dan keputusan ketua DPP Nasdem, Surya Paloh?
Paloh tokoh politik kawakan, seorang leader, punya integritas, realistis, dan terbukti memiliki keputusan yang cepat lagi tepat.
Hanya satu keinginan Paloh, bagaimana agar Nasdem di Dompu menjadi partai besar dan tetap sebagai parpol pemenang pemilu. Kemudian soliditas kader terjaga dengan baik.





