Headline

Gempa 8,0 mengintai NTB, masyarakat harus waspada dan siaga

Avatar photo
×

Gempa 8,0 mengintai NTB, masyarakat harus waspada dan siaga

Sebarkan artikel ini
📷 Ilustrasi: Peta lokasi titik pusat gempa bumi 3,2 magnitudo yang mengguncang Pulau Lombok, NTB pada 23 November 2023. (Rri.co.id).

Gempa dahsyat berkekuatan 8,0 magnitudo berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Oleh karenanya, masyarakat harus waspada dan siaga atas bencana tersebut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengingatkan bagaimana pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana seperti adanya potensi gempa magnitudo 8,0 tersebut.

Kesiapsiagaan terang dia seperti mengatur rencana tanggap darurat keluarga, mengenali risiko bencana di sekitar dan memperkuat jejaring komunitas tangguh bencana. Selain itu, ada pula rancangan undang-undang tentang kebencanaan yang lebih peduli kepada pendekatan sistem dan proses yang dalam manajemen penanganan bencana diatur.

“Karena gempa bumi dan tsunami secara ilmiah, belum bisa diprediksi terjadi. Untuk itu, kebencanaan adalah urusan bersama, bukan hanya BNPB,” harapnya di Mataram, Sabtu (26/4) dikutip dari rri.co.id.

Baca Juga  Final! Muttakun ketua DPRD Dompu

Ia menyambung, mulai dari pencegahan, mitigasi, siaga darurat, tanggap darurat transisi darurat, sampai tahap rekonstruksi dan rehabilitasi. Ini menjadi suatu sistem yang berjalan terkoordinasi dari pusat sampai ke daerah. Regulasinya diatur pada UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang ada sekarang.

“Kelembagaan yang dimaksud adalah BNPB yang memiliki otoritas dari pusat hingga daerah dengan berdirinya BNPBD di daerah,” tandasnya.

Suharyanto mengungkapkan, potensi gempa bumi dengan magnitudo 8,0 tersebut akibat wilayah NTB di apit dua lempeng bumi.

“Momentum peringatan HKB tahun ini, kami mengajak masyarakat untuk melakukan simulasi evakuasi mandiri,” pesan kepala BNPB.

Merespon potensi gempa 8,0 yang mengintai wilayahnya, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengakui bahwa wilayahnya memiliki banyak potensi dan kekayaan. Sehingga kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat harus terus ditingkatkan.

Baca Juga  JAMPIDSUS turun tangan soal laporan korupsi PKK

Iqbal menekankan NTB harus memiliki rencana kontinjensi yang matang, untuk berbagai skenario kebencanaan.

“Mudah-mudahan ikhtiar kita betul-betul bisa memberikan kesiapsiagaan yang level tinggi kepada masyarakat kita di Indonesia,” tutupnya.