Saat Kader Jaelani (ketika menjabat Bupati Dompu) maju sebagai calon ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dan berhasil terpilih, tak ada sepatah katapun yang menyoalnya, apalagi meributkan dan menghujat.
Padahal posisi Kader Jaelani sangat strategis, dan dipastikan rawan konflik kepentingan. Namun suasana begitu hening, tidak ada riak sedikitpun. Mulut-mulut kritis bungkam.
Beda halnya dengan Asrullah. Kemarin sang kandidat baru saja mendaftar sebagai bakal calon ketua KONI Dompu langsung mendapat protes keras, dikatakan rakus jabatan lantaran yang bersangkutan saat ini bagian dari Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D). Kasihan!.
Kritik terhadap Asrullah akan memperkaya dinamika perebutan ketua KONI Dompu. Namun berbeda cerita saat kritik yang berlebihan bukannya mencerminkan dinamika melainkan sudah mengarah ke polemik.
Menyikapi hal itu, lokomotif pemenangan Asrullah, Jujur Prakoso angkat bicara. Katanya, semua orang berhak mencalonkan diri sebagai ketua KONI.
Jujur Prakoso membantah keras berita yang beredar bahwa ada salah satu calon yang rakus jabatan. Menurutnya, ini terlalu nafsu dan politis dalam nalar berpikirnya. Terkesan dihujat secara brutal.
“Saya menilai dua calon ini sama-sama memiliki jabatan melekat dalam dirinya masing-masing. Yang satu dia sebagai ketua partai dan yang satunya lagi hanya sebagai ketua TP2D,” kata dia, Senin (23/6).
Menurutnya, kalau bicara tidak fokus untuk prestasi olahraga dua-duanya memiliki kesibukan yang sama dalam jabatan masing-masing. Dengan pencalonan dua putra daerah, Jujur berpendapat bahwa mereka layak jadi ketua KONI Kabupaten Dompu.
Dikatakan, siapapun akan dipilih sebagai ketua KONI, itu pilihan terbaik karena mereka sama-sama lahir dalam perjuangan yang sama.
Yang pasti lanjut dia, mereka
dua putra daerah sama-sama ingin mewujudkan prestasi olahraga yang lebih maju. Dan memberikan prestasi olahraga di Dompu yang terbaik menuju Dompu Maju.
Oleh sebab itu, dirinya menghimbau untuk mewujudkan proses pemilihan ketua KONI Dompu dengan baik dan tidak saling menghujat satu sama lainnya karena dinamika pemilihan ketua KONI hal yang wajar dan biasa.
“Jadi saya mengajak kepada semua pihak dan saudra semua, jaga dan rawat internal kita jangan sampai ada orang-orang yang hansut dan provokasi untuk memecah belah kita. Mari kita sama-sama sukseskan proses pemilihan ketua KONI Dompu tanpa ada perselisihan dan perseteruan,” harap dia lagi.
Terakhir Jujur mengingatkan, kalau dibandingkan ketua KONI sebelumnya yang memiliki jabatan melekat sebagai Bupati Dompu, “Bisa jadi ketua KONI ini lebih parah rakusnya kalau kita bicara dan melihat ke belakang,” pungkasnya.











